Saterdag 30 Maart 2013


Syairku melambung..
Aku ingin segera kembali disisi senja menggelanyut manja. Tubuh gemetar melihat guratan dan rintihan kidung malam yang membayang terus ketika senja berjalan
Jadikan aku laki-laki mampu tegar renta menyelinap atau tampar aku agar aku sadarku tau apa yang harus aku lakukan

,,,ku lanjutkan hidupkanku.
Merintih lelah mendayung sampan ingin berlabuh dikaki senja meluruskan kaki yang terbijur kaku
Diatas tumpukan emas ombak tak mampu menghempaskan tubuh ke tepi malah ke tengah
“ini bukan hidup!”
Seruku ini adalah hal gila tapi mampu memerahkan senja. Sandaran menghilang atau tertinggal?
Ketika ku menoleh kebelakang ingin sekali aku bertemu lalu memelukmu
Ingin kembali bersama tertawa, tersenyum sampai tiada hentinya
Tapi nyatanya tak ku temui apa-apa

Lelah merintih
Kerikil mengganjal mataku
Melelehkan butiran airnya karena senja aku tetap bertahan disini
Coretan tinta itulah yang ku mau, ingin ter katakan pada senja
Semoga sanggup menjanjikan masa depan
Tak akan pernah ada yang mampu menentang kuasaMu
Sebegitu besarnya kuasaMu
Semudah itu pula Kau membolak-balikkan hatiku

robohnya dinding putih abu-abu


Dinding itu telah roboh
Potret bangunan tua terasingkan sebentar lagi ditinggalkan
Partikel-partikel kecil menari dengan gemulai mendramakan masa yang baru saja berlalu
Tawa tangis ejekan pertengkaran kenakalan
Setiap sudut merekam suara sumbang yang sempat menggema
Cat-cat yang mengelupas yang memudarkan masa keagungannya dulu menyadarkanku akan adanya jarak diantara kita
Jika aku mampu inginku patahkan jarum waktu biar waktu hanya berdetak disini saja dimasa ini sampai kakiku benar-benar siap untuk berpijak sendiri di bumi ini. Sampai wajah kecilku pudar dan tertidur lelap di mas peradapannya. Tapi sudahlah sebelum jingga itu datang ku tarik pegas mimpi agar dia meluncur dan memacu detak jantung ku untuk esok hari

masih tentangmu A

aku wanita kecil ingin sejat, jika aku salah ajari aku
jika aku takut disinilah agar aku merassa tenang
jika aku lemah kuatkan aku.
jika aku salah ajari aku,
aku sok tau, sok pintar, sok dewasa jadi ajari aku tuk melebur "sok" ku itu
agar aku jadi tahu, pintar dan dewasa.
setiap bahasa tubuh alam seperti memberiku rentetan petunjuk tuk merangkai potongan-potongan puzzel. merangkak perlahan sambil belajar mengucap syukur ketika badai datang
merebahkan lelah di benteng terakhirku
meledakkan emosi lewat ucapan syukurnya
hatiku bergetar
aku bersimpuh di sudut itu lama
melelehkan  segala lelah, menegarkan tulang punggung dan kaki yang telah remuk tertindas

2010 @ loker

membenamkan luka ke lumpur, perih!!
menolah kearahmu hanya membuat si naluri ketar-ketir
lelah menunggu tapi juga ragu tuk pergi
aku butuh kamu ketika ada kebakaran
karena asapnya membuatku mataku rabun dan sesak
kembalilah...
melewati masa putih abu-abu lalu ditinggalkan si putih
berjalan gontai melalui si abu-abu bersama merah membakar hati
abu-abu ini mengalir gelap, kiraku disini bersama tumbuhnya gigi gerahamku jadi ayu
eeeh.....malah "misu-misuh"
aku lapar malah tertampar terkapar sekarat
jadi bola pingpong di smesh sana sini
pusing,, mengigil kedinginan
mati suri