membenamkan luka ke lumpur, perih!!
menolah kearahmu hanya membuat si naluri ketar-ketir
lelah menunggu tapi juga ragu tuk pergi
aku butuh kamu ketika ada kebakaran
karena asapnya membuatku mataku rabun dan sesak
kembalilah...
melewati masa putih abu-abu lalu ditinggalkan si putih
berjalan gontai melalui si abu-abu bersama merah membakar hati
abu-abu ini mengalir gelap, kiraku disini bersama tumbuhnya gigi gerahamku jadi ayu
eeeh.....malah "misu-misuh"
aku lapar malah tertampar terkapar sekarat
jadi bola pingpong di smesh sana sini
pusing,, mengigil kedinginan
mati suri
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking